<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>www.sholihul.co.cc</title>
	<atom:link href="http://msholihulhadi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://msholihulhadi.wordpress.com</link>
	<description>Merangkai kata hati membentuk makna....</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Apr 2011 02:02:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='msholihulhadi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/23a3304bfdac8300e3156eb639b600c2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>www.sholihul.co.cc</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://msholihulhadi.wordpress.com/osd.xml" title="www.sholihul.co.cc" />
	<atom:link rel='hub' href='http://msholihulhadi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sharing Pengalaman Studi di Jepang (13): Ramadhan di Tokyo</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/08/20/sharing-pengalaman-studi-di-jepang-13-ramadhan-di-tokyo/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/08/20/sharing-pengalaman-studi-di-jepang-13-ramadhan-di-tokyo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 11:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[studi di Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1354</guid>
		<description><![CDATA[Brrt&#8230;brtt&#8230;brrtt&#8230; suara ketai yang saya set dalam mode getar seakan merengek-rengek menandai ada sms yang masuk. Jam 22.22 JST sms dari seorang sahabat “ Assalamualaikumwrwb. Hasil keputusan isbat ICJ memutuskan 1 Ramadhan besok rabu 11 Agustus 2010, semoga tahun ini ramadhan kita yang terbaik”, demikian bunyi sms yang saya terima dari mas Pandji Prawisuda, senior [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1354&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://mq-hi.da.yat.web.id/wp-content/uploads/2010/08/ramadhan.jpg" alt="" width="196" height="156" />Brrt&#8230;brtt&#8230;brrtt&#8230; suara ketai yang saya set dalam mode getar seakan merengek-rengek menandai ada sms yang masuk. Jam 22.22 JST sms dari seorang sahabat “ Assalamualaikumwrwb. Hasil keputusan isbat ICJ memutuskan 1 Ramadhan besok rabu 11 Agustus 2010, semoga tahun ini ramadhan kita yang terbaik”, demikian bunyi sms yang saya terima dari mas Pandji Prawisuda, senior saya di Tokyo Institute of Technology yang memberitahukan tentang awal puasa Ramadhan di Jepang berdasarkan hasil sidang isbat Islamic Center Japan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menjalankan ibadah puasa Ramadhan di negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama seperti Jepang adalah tantangan tersendiri. Terlebih tahun ini masa puasa ramadhan bergeser ke arah puncak musim panas, yang artinya lama waktu puasa lebih panjang dari tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan awal puasa tahun lalu, lama puasa pada awal puasa tahun ini sekitar 25 menit lebih lama. Ditambah lagi suhu udara yang panas garang menghadang setiap aktifitas di luar gedung. <img title="More..." src="http://msholihulhadi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /><span id="more-1354"></span>Jika dibandingkan dengan lama puasa di Indonesia, maka lama puasa di Jepang sekitar 1.5 jam lebih lama. Berdasarkan tabel waktu sholat yang dikeluarkan oleh Islamic center Japan untuk wilayah Tokyo dan sekitarnya sholat shubuh tanggal 11 Agustus 2010 dimulai pukul 3.21 sedangkan sholat maghribnya 18.35. Tidak ada gegap gembita suara petasan di sekeliling, kecuali suara letusan hanabi. Tidak ada suara merdu orang mengaji di surau atau di mesjid kecuali jika memutar sendiri lewat komputer atau iphone. Momen-momen seperti ngabuburit di sepanjang jalan ramai sambil berbelanja jajanan dan kolak, atau rame-rame tidur di masjid untuk menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka, barangkali hanya ada di alam khayalan saat kita berada di Jepang. Setiap individu mungkin mengalami pengalaman yang berbeda saat menjalankan ibadah puasa ramadhan, namun secara umum semua orang tetap sibuk dengan aktifitas masing-masing. Saya sendiri menghadapi ujian kelulusan master saya di hari ke-5 Ramadhan tahun ini, sehingga bisa dipastikan kesibukan luar biasa yang saya alami.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari pertama terlewati dengan sangat berat, karena saya harus revisi laporan thesis saya dan mengirimkannya ke semua penguji di hari itu, yang merupakan deadline pengiriman laporan. Jam 6 Sore ada meeting laboratorium di lantai 2 gedung laboratorium saya. Student room laboratorium saya terletak di lantai 7 atau lantai teratas gedung tersebut. Karena kesibukan yang luar biasa di siang harinya saya lupa belum mengirim file slide presentasi ke server lab via e-mail, sehingga saya harus menuju ruang saya di lantai 7 sebelum ke ruang presentasi untuk mengcopy file. Sialnya, sesuai pemberitahuan di e-mail lab jam 5JST lift dimatikan untuk maintenance jelang libur musim panas, sehingga saya harus menuju lantai 7 gedung itu dengan naik tangga dalam keadaan sedang berpuasa 14 jam lebih. Itu untuk pertama kalinya selama hampir dua tahun di Jepang saya naik ke laboratorium saya lewat tangga. Waktu maghrib terlewati dengan sukses tanpa sempat memakan makanan buka puasa, setelah sholat maghrib langsung menuju ruang meeting untuk latihan presentasi ujian master saya. Meeting dan diskusipun selesai pukul 21.00 JST. Praktis sejak jam itu saya baru sempat mencari makan, beruntung ada teman laboratorium yang berbaik hati membagi nasi instantnya ke saya. Hari pertama sukses dilewati dengan berpuasa selama 18 jam!. Hal yang kurang lebih sama berulang beberapa kali, di puasa Ramadhan tahun ini. Ada yang lebih ekstrim ketika selama dua hari berturut-turut saya terlewat waktu sahur, sehingga harus berpuasa 20 jam berturut-turut dalam dua hari. Ramadhan tahun ini adalah ramadhan saya yang kedua di Jepang, tapi sungguh tantangannya benar-benar berbeda antara tahun ini dengan tahun sebelumnya.</p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/studi-di-jepang/'>studi di Jepang</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1354&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/08/20/sharing-pengalaman-studi-di-jepang-13-ramadhan-di-tokyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mq-hi.da.yat.web.id/wp-content/uploads/2010/08/ramadhan.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://msholihulhadi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan-makanan ala Jepang (2): Mie Udon</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/04/17/makanan-makanan-ala-jepang-2-mie-udon/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/04/17/makanan-makanan-ala-jepang-2-mie-udon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Apr 2010 13:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[makanan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1334</guid>
		<description><![CDATA[Kalau sebelumnya kita sudah membicarakan Mie Soba, sebagai salah satu makanan khas Jepang. Kali ini akan kita bahas tentang Mie udon yang juga makanan khas Jepang. Mie soba dan mie udon adalah dua jenis mie yang bisa disantap oleh muslim karena umumnya tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan untuk dimakan. Meskipun demikian kita tetap harus hati-hati juga dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1334&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><img class="alignleft" src="http://www.sushimambo.com/images/Chicken-Udon.jpg" alt="" width="150" height="134" />K</strong>alau<strong> </strong>sebelumnya kita sudah membicarakan Mie Soba, sebagai salah satu makanan khas Jepang. Kali ini akan kita bahas tentang Mie udon yang juga makanan khas Jepang. Mie soba dan mie udon adalah dua jenis mie yang bisa disantap oleh muslim karena umumnya tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkan untuk dimakan. Meskipun demikian kita tetap harus hati-hati juga dalam memilih menu mie tersebut ketika makan di restoran, karena ada beberapa varian menu kedua mie tersebut yang mengandung bahan-bahan yang diharamkan untuk dimakan. Bila dibandingkan dengan mi soba, saya lebih menyukai mi udon karena teksturnya terasa sangat cocok di mulut saya. Udon (うどん,饂飩) adalah salah satu jenis mi yang sudah dikenal di Jepang sejak dulu, dibuat dari tepung terigu dan berbentuk tebal serta agak lebar.Sesuai standar JAS, udon berbentuk bulat seperti pipa harus berdiameter di atas 1,7 mm, sedangkan udon berbentuk pipih harus memiliki lebar di atas 1,7 mm. Hiyamugi terlihat mirip dengan udon namun lebih langsing. Hiyamugi mempunyai diameter 1,2-1,7 mm dan ketebalan 1,0-2,0 mm. Selain disebut Hiyamugi, udon yang langsing juga disebut <em>Hosoudon</em>.<span id="more-1334"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tepung terigu berprotein sedang atau rendah diulen dengan air dan sedikit garam untuk membuat adonan udon. Setelah adonan dipotong-potong, udon bisa langsung direbus. Udon rebus biasanya dimakan bersama kuah yang dibuat dari dashi dengan tambahan kecap asin yang disebut <strong>tsuyu</strong>. Di Jepang bagian barat, kuah udon berwarna coklat muda hampir bening karena memakai kecap asin encer (<em>usukuchi shōyu</em>). Sedangkan di Jepang bagian timur, kuah udon berwarna gelap hampir hitam karena memakai kecap asin kental (<em>koikuchi shōyu</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">Di Jepang, udon merupakan makanan rakyat, berharga murah dan banyak dimakan sebagai pengganti nasi. Orang Jepang sejak dulu sudah akrab dengan udon dan sering dimakan beramai-ramai sewaktu ada keramaian atau perayaan. Variasi cara memasak dan jenis lauk yang digunakan berbeda-beda bergantung pada daerahnya di Jepang.</p>
<h2>Sejarah</h2>
<p style="text-align:justify;">Di zaman kuno, udon dilafalkan sebagai &#8220;undon&#8221;. Konon orang Jepang mengenalnya di abad pertengahan sebagai makanan asal Tiongkok. Sampai sekarang, pangsit (<em>wonton</em>) dalam dialek Wu ditulis sebagai 餛飩 dan dibaca sebagai undon.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab Engishiki, &#8220;undon&#8221; diperkenalkan sebagai salah satu jenis makanan dari dinasti Tang. Tapi &#8220;undon&#8221; zaman itu mungkin lebih dekat dengan pangsit, karena berupa daging dibungkus lembaran tepung yang digilas tipis.</p>
<p style="text-align:justify;">Udon yang dikenal sekarang ini dulunya disebut Kirimugi, dan baru disebut &#8220;udon&#8221; sejak zaman Edo. Pada waktu itu, &#8220;udon&#8221; adalah nama untuk sejenis masakan berupa kirimugi yang dimakan dengan kuah hangat, atau didinginkan dengan air es setelah direbus.</p>
<h2>Udon di berbagai daerah</h2>
<p>Menurut pembagian yang dibuat orang awam, udon identik dengan Jepang bagian barat sedangkan soba identik dengan Jepang bagian timur. Pembagian model ini tidak sepenuhnya benar, banyak wilayah di Jepang bagian timur yang sekaligus mengenal soba dan udon.</p>
<p>Udon sudah dikenal luas penduduk Edo sejak zaman Edo. Di paruh pertama zaman Edo, soba berbentuk mi belum dikenal. Ketika orang masih menikmati tepung soba dalam bentuk Sobagaki, udon sudah merupakan mi yang populer. Tapi setelah dikenal mi dari soba yang kepopulerannya diangkat rumah makan khusus soba (<em>sobaya</em>), udon tidak lagi merupakan makanan populer di Edo.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Tokyo dan sekitarnya, rumah makan khusus udon memang tidak banyak dijumpai dibandingkan di daerah Kansai. Sebaliknya di daerah Kansai hampir sulit ditemui rumah makan khusus soba. Di dalam menu penjual udon di daerah Kansai biasanya juga tersedia soba. Selain itu, rumah makan yang menyediakan soba sering menyebut dirinya rumah makan udon.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepopuleran Sanuki udon di tahun 2000 sempat membuka peluang bagi ekspansi restoran udon model waralaba di wilayah Kanto. Sayangnya, sejak tahun 2004 minat orang terhadap Sanuki udon terlihat cenderung menurun. Di daerah asal Sanuki udon di Prefektur Kagawa, hanya ada sedikit penjual udon yang mau memasukkan soba ke dalam menu.</p>
<h3 style="text-align:justify;">Kuah</h3>
<p style="text-align:justify;">Kuah udon di daerah Kanto berbeda dengan kuah udon di daerah Kansai. Di daerah Kanto, kuah berwarna gelap dan terasa lebih asin. Sedangkan di daerah Kansai, kuah nyaris bening dan tidak asin.</p>
<p style="text-align:justify;">Di daerah Kanto, kuah udon secara umum dibuat berdasarkan takaran untuk membuat kuah soba. Kuah udon ala Kanto dibuat dari campuran dashi dan kaeshi (mirin dan gula yang dimasak bersama kecap asin). Di daerah Kansai, kuah udon berupa dashi yang dibuat dari campuran berbagai bahan seperti: kombu, sababushi, katsuobushi, shiitake, dan niboshi yang sudah sedikit digongseng. Ditambah kecap asin encer yang warnanya tidak terlalu gelap, kuah udon yang dihasilkan berwarna hampir bening.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuah udon di daerah Kanto sering dianggap terlalu asin bagi orang Kansai, bahkan dari cuma melihatnya saja. Orang asal Kansai sering tidak mau makan udon ala Kanto yang kuahnya berwarna gelap hingga dasar mangkok menjadi tidak kelihatan. Asin atau tidak asin sebenarnya tidak bisa ditentukan dari warna kuah. Kecap asin kental yang digunakan di daerah Kanto hanya memiliki aroma dan warna yang lebih pekat. Sedangkan kadar garam yang dikandung kira-kira hampir sama dengan kecap asin encer di daerah Kansai.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai jalan tengah, rumah makan udon di daerah Kanto perlu menuliskan udon yang dijualnya sebagai ala Kansai atau ala Kanto. Prefektur Shiga, Prefektur Gifu, Prefektur Aichi, dan Prefektur Shizuoka sering dipakai orang sebagai garis batas yang memisahkan udon ala Kansai dan udon ala Kanto. Di tempat-tempat tersebut bisa ditemui udon dalam dua versi.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembagian udon ala Kanto dan ala Kansai bisa juga ditemui di kios-kios penjual mi soba yang ada di dalam stasiun JR sepanjang jalur utama Tokaido. Kuah yang digunakan penjual soba di stasiun kereta api JR mulai dari stasiun Sekigahara ke arah timur, seperti Nagoya dan Gifu adalah kuah kental ala Kanto. Sebaliknya, penjual soba dari stasiun Sekigahara ke arah barat semuanya menggunakan kuah encer ala Kansai.</p>
<h2>Jenis-jenis udon</h2>
<h3>Berdasarkan bentuk</h3>
<ul>
<li>Udon tebal (futo udon)</li>
<li>Udon tipis (hoso udon)</li>
<li>Udon kecil-kecil (himokawa udon)</li>
</ul>
<h3>Berdasarkan cara pembuatan</h3>
<ul>
<li>Teuchi (udon buatan tangan)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Adonan udon digilas tipis dan dipotong memakai pisau secara manual. Disebut juga Teuchi Udon, dan banyak ditawarkan rumah makan udon kelas menengah hingga kelas atas. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Kikaiuchi (udon buatan mesin)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Dibuat di pabrik dengan mesin otomatis sehingga harganya murah. Sebagian besar udon yang dijual di Jepang merupakan produksi pabrik. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Tenobe (udon yang dilebarkan dengan tangan)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon jenis ini termasuk langka, dibuat dengan cara menarik-narik adonan dan melipatnya berkali-kali dengan menggunakan dua batang kayu atau sumpit panjang. Cara ini mirip dengan teknik pembuatan somen atau mi tradisional Tiongkok. </dd>
</dl>
<h3>Berdasarkan bentuk fisik</h3>
<ul>
<li>Tama udon (udon bundar)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon mentah yang baru jadi direbus dengan air mendidih selama 1 menit. Setelah itu udon diangkat dan dibundarkan. Sebelum dimakan, udon masih harus direbus kembali dan ditiriskan. Udon jenis ini masih banyak mengandung air dan tidak tahan lama disimpan. Tama udon yang dimasukkan ke dalam kantong plastik disebut Yude udon (udon rebus) dan banyak dijual di pasar-pasar swalayan di Jepang. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Nama udon (udon segar)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang baru jadi, ditaburi tepung dan dibungkus. Udon segar biasanya lebih enak dari jenis udon lainnya, tapi tidak tahan lama disimpan. Selama belum direbus, tepung terigu yang dikandung udon terus mengalami proses pematangan. Udon segar harus segera dimasak karena cuma tahan beberapa hari saja. Sebelum dihidangkan, udon segar harus direbus dan ditiriskan airnya. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Hoshi udon (udon kering)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang dijadikan udon kering biasanya adalah hoso udon (udon tipis). Setelah jadi, udon dilipat sama panjang, berbentuk persegi empat dengan panjang sekitar 20 cm dan dikeringkan. Udon kering bisa tahan lama disimpan dan sebelum dimakan harus direbus terlebih dulu. Dibandingkan dengan udon segar, udon yang sudah dikeringkan rasanya tidak begitu enak. Udon jenis ini sering digunakan untuk membuat udon goreng yang disebut Yakiudon. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Reitō udon (udon beku)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Setelah direbus dengan air mendidih, udon langsung dibekukan. Jenis udon segar yang dibekukan tanpa direbus lebih dulu disebut Reitonama udon (udon segar beku). Air yang terkandung di dalam berbagai jenis mi akan mengembang bila dibekukan. Susunan molekul tepung terpecah-pecah sehingga rasa mi menjadi kurang enak. Agar udon beku yang sudah direbus bisa kenyal kembali, produsen udon sering menambahkan tapioka atau zat tepung yang lain. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Udon instan</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon instan yang dijual dalam kemasan mangkok biasanya sudah digoreng dengan minyak atau mengalami proses freeze drying. Udon instan tahan lama dan bisa langsung dimakan setelah diseduh air panas. Udon instan yang tidak digoreng tapi dikeringkan dengan hembusan udara panas sering dianggap lebih enak. </dd>
</dl>
<h2>Berdasarkan cara masak</h2>
<h3>Udon yang disajikan panas-panas</h3>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nabeyaki_udon.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f1/Nabeyaki_udon.jpg/230px-Nabeyaki_udon.jpg" alt="" width="230" height="169" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Nabeyaki_udon.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Nabeyaki udon</p>
</div>
</div>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:CodazziMisonikomiUdon2.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/CodazziMisonikomiUdon2.jpg/230px-CodazziMisonikomiUdon2.jpg" alt="" width="230" height="143" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:CodazziMisonikomiUdon2.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Misonikomi udon</p>
</div>
</div>
<ul>
<li>Udon rebus</li>
</ul>
<dl>
<dd>Setelah direbus dan ditiriskan, udon diletakkan di dalam mangkok dan diberi kuah yang panas. Di atasnya lalu diberi berbagai macam lauk. Di daerah Kanto, udon rebus yang di atasnya tidak diberi apa-apa disebut Kakeudon, sedangkan di daerah Kansai disebut Su-udon. </dd>
<dd>Udon kuah yang tidak diberi apa-apa merupakan cara menikmati udon yang paling umum di daerah Kansai. Udon yang lebih lunak lebih disukai di daerah Kansai, karena bisa menyerap kuah lebih banyak. Tapi di daerah Kansai juga terdapat banyak rumah makan Sanuki udon yang menyajikan udon yang lebih kenyal. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Kama-age udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang sudah direbus tidak ditiriskan dulu dan langsung disajikan di dalam pancinya yang disebut &#8220;kama&#8221;. Udon dimakan sesuap demi sesuap dengan sumpit setelah sebelumnya dicelupkan dalam kuah yang ada di mangkok terpisah. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Bukkake udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Setelah direbus, udon dicuci sekali dengan air dingin untuk menghilangkan lendir yang tersisa. Disajikan sewaktu masih hangat atau didinginkan lebih dulu. Udon disajikan di dalam mangkok dengan sedikit kuah kental yang dibuat dari dashi kombu dan kecap asin. Sebelum dimakan, udon perlu diaduk-aduk lebih dulu. Di atasnya sering dihias dengan telur puyuh mentah dan katsuobushi. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Nikomi udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang dihidangkan di hotpot (mangkuk tanah liat) merupakan makanan musim dingin. Secara umum di Jepang dikenal sebagai Nabeyaki udon. Prefektur Aichi terkenal masakan udon bernama Misonikomi udon. Udon yang sudah direbus, digodok kembali di dalam kuah miso (hatchō miso) yang kental hingga rasa miso menyerap ke dalam udon dan dihidangkan panas-panas. </dd>
</dl>
<h3>Udon yang disajikan dingin</h3>
<ul>
<li>Hiyashi udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang sudah direbus, didinginkan dulu dengan air es. Udon disajikan di dalam mangkok dan dituangi saus (<em>tsuyu</em>) yang juga dingin. Hiyashi udon merupakan makanan di musim panas. Dihidangkan bersama penyedap seperti daun bawang, parutan jahe, wijen, atau myōga. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Zaru udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang sudah direbus, didinginkan dengan air es dan ditiriskan. Udon disajikan di atas nampan kecil dari bambu (zaru), sama seperti menghidangkan makanan yang disebut zarusoba. Sama seperti Hiyashi udon yang dinikmati di musim panas, zaru udon dimakan sesuap demi sesuap dengan sumpit setelah dicelupkan ke dalam kuah yang ada di mangkok terpisah. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Bukkake udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon yang sudah didinginkan dengan air es dihidangkan di dalam mangkuk bersama saus (<em>tsuyu</em>) yang juga dingin. Di atasnya diletakkan berbagai macam gorengan (tempura) atau dimakan bersama parutan lobak. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Sarada udon (selada udon)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon dingin diletakkan di atas berbagai macam sayur-sayuran seperti ketimun, daun selada, dan tomat. Saus untuk selada (<em>dressing</em>) bisa berupa mayones atau campuran cuka dan kecap asin dengan rasa wijen. </dd>
</dl>
<h3>Cara makan yang lain</h3>
<ul>
<li>Yakiudon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Sebagai pengganti mi, udon dimasak seperti Yakisoba. Cara masak udon seperti ini baru dikenal sejak tahun 1970-an. </dd>
</dl>
<ul>
<li>Age udon</li>
</ul>
<dl>
<dd>Udon segar dipotong-potong sama panjang dan digoreng seperti french fries. Dimakan sebagai makanan ringan dengan taburan garam sewaktu minum bir. </dd>
</dl>
<h2>Berdasarkan lauk</h2>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kitsune_udon_and_Inari_zushi.jpg"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/Kitsune_udon_and_Inari_zushi.jpg/230px-Kitsune_udon_and_Inari_zushi.jpg" alt="" width="230" height="153" /></a></div>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Kitsune_udon_and_Inari_zushi.jpg"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Kitsune udon</p>
</div>
</div>
<h3>Su-udon (Kakeudon)</h3>
<p>Udon setelah direbus diberi kuah dan dimakan tanpa lauk selain irisan daun bawang. Su-udon merupakan cara menikmati udon yang paling sederhana. Warna kuah Su-udon berbeda antara versi Kansai dan Kanto.</p>
<h3>Kayaku udon</h3>
<p>Kayaku udon adalah udon dengan berbagai macam lauk yang diletakkan di atasnya. Di daerah Kansai, &#8220;kayaku&#8221; berarti lauk tapi istilah ini mungkin tidak dimengerti orang di daerah Kanto yang menyebut lauk sebagai &#8220;tanemono&#8221;. Di beberapa tempat di Jepang bagian barat, udon jenis ini dikenal sebagai &#8220;Okame udon,&#8221; dengan lauk seperti naruto (irisan bakso ikan dengan sedikit warna merah jambu), spinacia dan daging ayam.</p>
<h3>Kitsune udon</h3>
<p>Aburage yang dimasak manis dengan kecap asin dan gula diletakkan di atas udon kuah. Kitsune udon merupakan makanan populer di daerah Kansai. Di beberapa daerah, udon kuah dengan aburage dikenal juga sebagai Tanuki udon.</p>
<h3>Tsukimi udon</h3>
<p>Udon diletakkan di dalam mangkuk, di atasnya diletakkan telur mentah dan disirim dengan kuah dashi yang panas. Dalam bahasa Jepang, &#8220;tsukimi&#8221; berarti &#8220;melihat bulan&#8221;, putih telur yang terkena kuah panas terlihat seperti awan dan kuning telur pada udon terlihat bulat seperti bulan.</p>
<h3>Tempura udon</h3>
<p>Udon kuah yang di atasnya diberi tempura (udang atau cumi-cumi) dan kakiage.</p>
<h3>Tanuki udon dan Haikara udon</h3>
<p>Di daerah Kanto, udon kuah dengan taburan tenkasu disebut <strong>Tanuki udon</strong>. Di daerah Kansai, hidangan yang sama disebut <strong>Haikara udon</strong>, sedangkan di Kyoto, Tanuki udon berarti udon kuah yang diatasnya diberi irisan aburage.</p>
<h3>Kare udon</h3>
<p>Kuah dibuat dari dashi ditambah bubuk kare dan sedikit dikentalkan dengan tambahan tepung. Daging yang digunakan adalah daging sapi.</p>
<p>Kare udon baru dikenal pada zaman Meiji, mulanya dianggap orang sebagai makanan luar biasa aneh. Tapi sekarang hampir semua penjual udon di Jepang menyediakan kare udon.</p>
<p>Kare udon sering tidak disukai orang karena mengotori baju sewaktu dimakan. Udon yang licin sulit diangkat dengan sumpit dan udon yang jatuh mencipratkan kuah kare ke baju. Celemek sering disediakan rumah makan udon untuk tamu yang takut bajunya kotor akibat makan kare udon.</p>
<h3>Niku udon</h3>
<p>Udon kuah dengan lauk daging sapi yang dimasak dengan kecap asin. Di daerah Kanto, daging yang dipakai adalah daging babi.</p>
<h3>Chikara udon</h3>
<p>Chikara udon berarti &#8220;udon tenaga,&#8221; berupa udon kuah dengan tambahan mochi di atasnya.</p>
<h3>Shippoku udon</h3>
<p>Udon kuah khas Kyoto dengan jamur shiitake yang sudah dimasak dengan kecap asin, kamaboko, dan fu.</p>
<h3>Ankake udon</h3>
<p>Udon dengan kuah yang dikentalkan dengan tepung. Udon jenis ini sering dijumpai di Kyoto dan dimakan bersama penyedap irisan daun bawang dan parutan jahe.</p>
<h2>Penyedap</h2>
<p>Udon biasanya dimakan bersama irisan daun bawang. Jenis daun bawang yang digunakan juga berbeda antara daerah Kansai dan daerah Kanto.</p>
<p>Sampai pertengahan zaman Edo, udon juga sering dimakan dengan merica. Selain itu, udon sering diberi taburan bubuk cabai (ichimi togarashi), bubuk cabai bercampur berbagai rempah (hichimi togarashi), dan parutan jahe.</p>
<h2>Masakan udon berbagai daerah</h2>
<p>Di berbagai daerah di Jepang terdapat banyak sekali variasi masakan udon, dan beberapa di antaranya yang terkenal:</p>
<ul>
<li>Bei kare udon dari kota Bei di Hokkaido</li>
<li>Inaniwa udon dari Prefektur Akita.</li>
<li>Ise udon dengan kuah kental berwarna gelap dari Prefektur Mie</li>
<li>Kishimen udon dengan udon berbentuk pipih dari daerah Nagoya</li>
<li>Sanuki udon yang tebal dan kenyal dari Prefektur Kagawa</li>
<li>Hoto udon yang pipih dan lebar dari Prefektur Yamanashi</li>
<li>Dangojiru dari Prefektur Ōita, mirip dengan Hoto udon</li>
</ul>
<p><strong>RESEP MASAKAN UDON</strong></p>
<h1>Udon Kuah Bola Udang Jamur</h1>
<p>Meskipun udon ini kuahnya bening tapi rasanya sangat gurih. Bola udang yang kenyal gurih dan jamur shimeji menjadi bahan utamanya. Jika ingin rasa yang sedikit menggigit, boleh ditambahkan cabai bubuk atau irisan halus cabai rawit.<br />
<strong><br />
Bahan:<br />
Bola Udang, aduk rata:</strong><br />
100 g udang kupas, cincang halus<br />
2 sdm tepung kanji<br />
1 siung bawang putih, parut<br />
1/2 sdt merica bubuk<br />
1 sdt garam<br />
<strong>Kuah:</strong><br />
750 ml air<br />
2 siung bawang putih, cincang halus, tumis<br />
2 sdm kecap Jepang<br />
1/2 sdt merica bubuk<br />
2 sdt garam<br />
500 g udon segar/basah<br />
50 g jamur shimeji<br />
100 g daun seruni/bayam<br />
<strong><br />
Cara membuat:</strong><br />
* Bola Udang : Bentuk adonan menjadi bola-bola kecil.<br />
* Kuah : Didihkan air bersama bawang putih tumis.<br />
* Masukkan bola udang, didihkan hingga mengapung.<br />
* Tambahkan kecap, merica, garam, didihkan kembali.<br />
* Masukkan udon, jamur, dan daun seruni.<br />
* Angkat, sajikan hangat.</p>
<p><strong>Untuk 3 orang </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/makanan-jepang/'>makanan jepang</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1334/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1334/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1334&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/04/17/makanan-makanan-ala-jepang-2-mie-udon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.sushimambo.com/images/Chicken-Udon.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f1/Nabeyaki_udon.jpg/230px-Nabeyaki_udon.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/CodazziMisonikomiUdon2.jpg/230px-CodazziMisonikomiUdon2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/92/Kitsune_udon_and_Inari_zushi.jpg/230px-Kitsune_udon_and_Inari_zushi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sharing Pengalaman Studi di Jepang (12): Riset</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/04/12/sharing-pengalaman-studi-di-jepang-12-riset/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/04/12/sharing-pengalaman-studi-di-jepang-12-riset/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 05:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[studi di Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Deru suara mesin-mesin canggih dan alat pengatur kelembapan ruang tak henti memainkan melodi monoton di ruangan itu, satu jam dua jam tiga jam suara itu masih tetaplah sumbang. Selama itu pula badankupun terbalut pakaian super aneh, seakan seperti gabungan antara pakaian ninja dan antariksawan. Selama itu pula tangan ini harus secara cermat memainkan panel kendali mesin-mesin canggih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1281&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image239.jpg"></a><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image243.jpg"></a><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image238.jpg"><img class="size-full wp-image-1284 alignleft" title="Image238" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image238.jpg?w=165&#038;h=119" alt="" width="165" height="119" /></a><em>Deru suara mesin-mesin canggih dan alat pengatur kelembapan ruang tak henti memainkan melodi monoton di ruangan itu, satu jam dua jam tiga jam suara itu masih tetaplah sumbang. Selama itu pula badankupun terbalut pakaian super aneh, seakan seperti gabungan antara pakaian ninja dan antariksawan. Selama itu pula tangan ini harus secara cermat memainkan panel kendali mesin-mesin canggih seharga milyaran rupiah di ruangan itu, tak boleh meregangkan konsentrasi.</em>  <em> </em></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tidak terasa rutinitas ini sudah menjadi kebiasaan saya, setiap kali harus berjibaku dengan eksperimen di laboratorium saya. Tidak setiap hari sih, dan tidak selalu di ruangan yang sama, karena untuk proses produksi sebuah chip memerlukan beberapa tahapan, dengan menggunakan mesin yang berbeda-beda dan kadang harus singgah di laboratorium lain jika dirasa memerlukan peralatan tertentu yang tidak ada di laboratorium saya. Selama ini selain melakukan experimen di lab saya, saya juga melakukan experimen di 4 lab lain dan berkolaborasi dengan 3 profesor (yang dua adalah pembimbing saya sedang satunya lagi adalah ahli magnetic material dari jurusan lain di fakultas saya). <span id="more-1281"></span>Karena proses pembelajaran tersebut saya menjadi lumayan tahu bahwa jalan untuk menjadi ilmuwan-ilmuwan top dunia seperti para pembimbing saya sangatlah tidak mudah. Pembimbing saya, Professor Sugii, bercerita bahwa beliaupun juga melakukan hal yang sama saat mahasiswa dulu hingga sekarang saat bekerja di Hitachi.  Proses yang berat bukan pada saat experimen, tapi pada tahapan analisa data, seandainya data yang diperoleh kurang memuaskan maka harus dianalisa lagi, kemudian experimen lagi dan analisa lagi, hingga data benar2 sesuai dan tidak melenceng jauh dari perhitungan teori. Secara hampir rutin tiap hari (senin sampai minggu) beberapa anggota lab yang sama dengan saya menghabiskan waktu belasan jam perhari untuk bereksperimen, belajar dan mengkaji hasil penelitiannya, umumnya mereka sudah ada di lab jam 10 atau 11 pagi, dan baru pulang ke apartemennya pada jam kereta terakhir (12 malam). Saya sendiri hanya sanggup maksimal 5 hari dalam seminggu dan 10 jam di lab <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , jika lebih dari itu pasti saya tepar :(  Berikut beberapa foto narsis saya ketika sedang experimen di lab. <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Image238" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image238.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image239.jpg"><img class="aligncenter" title="Image239" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image239.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></em></p>
<p style="text-align:center;"><em><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image239.jpg"></a><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image243.jpg"><img class="aligncenter" title="Image243" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image243.jpg?w=468&#038;h=624" alt="" width="468" height="624" /></a></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>Kalau boleh menyebut hari yang paling di benci dalam seminggu, mungkin saya akan menyebut hari rabu, karena setiap hari itu semua anggota lab. harus melaporkan perkembangan risetnya di hadapan anggota lab lain dan profesor-profesor yang tergabung di grup lab. saya. Kebetulan di lab saya ada 34 mahasiswa dan 9 profesor, jadi bisa dibayangkan bagaimana groginya kita dalam mempersiapkan bahan presentasi dan data penelitian. Walau tergabung di Internasional Graduate Program, sayapun harus presentasi dalam bahasa Jepang, pada saat presentasi riset dan diskusi/tanya jawab dengan profesor saya seusai presentasi. Khusus untuk presentasi saya menggunakan 100 persen bahasa Jepang, tetapi untuk sesi diskusi kadang saya campur dengan bahasa Inggris karena kadang sulit menjelaskan sesuatu yang detil dalam bahasa Jepang, dengan bahasa jepang saya yang masih pas-pasan. Sesi presentasi riset terasa sangat menyenangkan ketika penelitian kita minggu itu mendapat progress yang bagus, dan terasa tidak menyenangkan jika sebaliknya. Secara umum boleh dibilang, profesor (sensei) saya sangat ramah dalam memberi masukan riset kita, tetapi karena itu pula kita jadi merasa sungkan jika tidak menunjukkan hasil/progress yang baik dalam riset ketika presentasi. Suatu nilai yang sangat baik sebetulnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BERSAMBUNG</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/studi-di-jepang/'>studi di Jepang</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1281&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/04/12/sharing-pengalaman-studi-di-jepang-12-riset/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image238.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image238</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image238.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image238</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image239.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image239</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/image243.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Image243</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Japan &#8211; The Strange Country</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/26/japan-the-strange-country/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/26/japan-the-strange-country/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 18:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1315</guid>
		<description><![CDATA[What?!!.. yang bener?! yup itulah salah satu judul film animasi pendek berikut yang dibuat oleh Kenichi Tanaka, orang Jepang asli, untuk memvisualisasikan hasil penelitian thesisnya tentang penilaian orang asing terhadap negara Jepang. Dia termotivasi untuk mengingatkan bahwa apa yang terjadi di Jepang secara keseharian bukanlah hal yang normal bila dibandingkan dengan negara-negara lain, baik dari sisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1315&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="alignleft" src="http://www.uni.edu/becker/japan1.gif" alt="" width="140" height="157" /></p>
<p style="text-align:justify;">What?!!.. yang bener?! yup itulah salah satu judul film animasi pendek berikut yang dibuat oleh Kenichi Tanaka, orang Jepang asli, untuk memvisualisasikan hasil penelitian thesisnya tentang penilaian orang asing terhadap negara Jepang. Dia termotivasi untuk mengingatkan bahwa apa yang terjadi di Jepang secara keseharian bukanlah hal yang normal bila dibandingkan dengan negara-negara lain, baik dari sisi positif maupun sisi negatifnya. Beberapa hal yang disoroti antara lain tentang karakter orang jepang, ciri-ciri fisik, angka bunuh diri di jepang, teknologi, makanan. Penggambarannya sangat pas sekali dengan penilaian orang asing terhadap Jepang, termasuk penilaian saya juga <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1315"></span></p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/26/japan-the-strange-country/"><img src="http://img.youtube.com/vi/rgsbIfI0uIg/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/info/'>info</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1315&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/26/japan-the-strange-country/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uni.edu/becker/japan1.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Topik artikel yang membuat Blog Ramai Pengunjung</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/25/topik-artikel-yang-membuat-blog-ramai-pengunjung/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/25/topik-artikel-yang-membuat-blog-ramai-pengunjung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 06:12:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[tips blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[Sejak istilah webblog diperkenalkan pertama kali oleh   Jorn Barger tahun 1998, blog  telah mengalami evolusi dari sekedar buku harian online menjadi berbagai rupa yang terpisahkan oleh berbagai tema-tema yang beragam. Dalam perkembangannya, ragam motivasi dari para pembuat blog menjadi beraneka ragam. Ada yang masih kuekeh dengan core  blog sebagai buku harian online, sedangkan sebagian yang lain sudah berani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1306&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://pamantyo.dagdigdug.com/wp-content/uploads/2008/02/mengetik.jpg" alt="" width="164" height="119" />Sejak istilah webblog diperkenalkan pertama kali oleh   Jorn Barger tahun 1998, blog  telah mengalami evolusi dari sekedar buku harian online menjadi berbagai rupa yang terpisahkan oleh berbagai tema-tema yang beragam. Dalam perkembangannya, ragam motivasi dari para pembuat blog menjadi beraneka ragam. Ada yang masih <em>kuekeh</em> dengan <em>core</em>  blog sebagai buku harian online, sedangkan sebagian yang lain sudah berani keluar dari frame tersebut, yakni sebagai sarana mengaktualisasi diri, sarana untuk personal branding, ataupun sekedar berbagi informasi kepada para pengunjungnya. Tanyalah pada diri anda sendiri, tipe blogger seperti apakah anda ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Secara naluri tentu saja semua blogger menginginkan bahwa blog yang dibuatnya ramai dikunjungi orang, jika tidak demikian maka anda tergolong blogger yang tidak normal <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . <span id="more-1306"></span>Kalau hanya sekedar menuliskan artikel tanpa berharap dibaca oleh orang lain lebih baik ketik saja di komputer pribadi anda dan simpan rapi, atau posting artikel dengan setting vissibility diset ke private. Blogger yang baik sebelum memulai membangun blognya  tentu akan memikirkan tema blog yang akan dibuatnya, sasaran pembacanya siapa, dan topik-topik artikel apa yang akan dibahas di blog tersebut. Berdasarkan pengamatan selama ini, topik-topik artikel yang ramai pengunjung (dengan jumlah pengunjung lebih dari 1000 uniq visitor perhari) umumnya adalah:</p>
<p>-  <strong>Berita dan isu terhangat.</strong></p>
<p>Kejadian atau isu yang sedang ramai dibicarakan orang biasanya selalu mendatangkan banyak pengunjung dari mesin pencari</p>
<p>- <strong> Berita kontroversi</strong>.</p>
<p>Tulisan – tulisan yang kontroversial terhadap suatu topik juga bisa mendatangkan pengunjung dan komentar yang berlimpah, namun anda harus berhati – hati dalam menuliskan pendapat anda pada topik yang sensitif karena mungkin akan ada banyak pihak yang tidak setuju.</p>
<p>-  <strong>Handphone dan gadget</strong>.</p>
<p>Berita seputar informasi handphone dan gadget terbaru juga tentang <em>freeware mobile applications </em>dan<em> </em>game banyak dicari orang setiap harinya.</p>
<p>-  <strong>Tips dan trik</strong>.</p>
<p>Berbagai macam tips dan trik sering diburu orang, mulai dari tips seputar kehidupan sehari – hari seperti misalnya tips tentang cinta, tips memilih kata kunci dan judul blog sampai pada trik dalam mengakali sesuatu.</p>
<p>-  <strong>Gosip selebriti</strong>.</p>
<p>Walaupun ditelevisi terdapat banyak tayangan tentang gosip selebriti namun tidak sedikit orang yang memburu berita tentang gosip artis di internet.</p>
<p><span style="color:#000000;">- </span><strong><span style="color:#000000;"> Cara mencari uang di internet</span></strong><span style="color:#000000;">.</span></p>
<p>Topik yang berbau uang, program – program monetize blog terbaru selalu ramai dicari dan dikunjungi orang.</p>
<p>-  <strong>Perkembangan teknologi</strong>.</p>
<p>Netter atau para browsing mania kebanyakan adalah tipe orang yang haus akan informasi perkembangan teknologi dan informasi terkini dan membuat blog dengan topik atau tema khusus seperti ini tentu saja bisa menjadi salah satu tema pilihan anda.</p>
<p>-  <strong>Hacker</strong>.</p>
<p>Walaupun sering dianggap miring tapi informasi tentang cara melakukan hacking dan menanggulangi-nya cukup banyak memiliki peminat.</p>
<p>- <strong> Games</strong>.</p>
<p>Berita tentang games terbaru dan <a href="http://www.freegamescountry.com/" target="_blank"><strong>free games</strong></a> sangat banyak memiliki peminat dikalangan usia remaja  dan dewasa baik itu tentang games pada PC, PS, Nintendo atau XBox.</p>
<p>-  <strong>Musik</strong>.</p>
<p>Hampir semua orang menyukai musik, membuat blog seputar dunia musik seperti pembahasan tentang album baru dari musisi ternama, lirik lagu maupun chord – chord gitar juga bisa anda buat untuk menarik pengunjung.</p>
<p>Nah&#8230; setelah anda tahu topik-topik artikel yang menarik banyak pengunjung untuk datang ke blog anda, tentu tahu donk bagaimana sebaiknya tema blog anda jika ramainya pengunjung menjadi motivasi utama anda membuat blog <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/tips-blogging/'>tips blogging</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1306&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/25/topik-artikel-yang-membuat-blog-ramai-pengunjung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pamantyo.dagdigdug.com/wp-content/uploads/2008/02/mengetik.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Makanan-makanan ala Jepang (1): Mie Soba</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/18/makanan-makanan-ala-jepang-1-mie-soba/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/18/makanan-makanan-ala-jepang-1-mie-soba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 11:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[makanan jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1301</guid>
		<description><![CDATA[Soba (蕎麦 atau そば ) adalah salah satu jenis mi Jepang yang dibuat dari tepung buckwheat (gandum buk). Dalam bahasa Jepang, tumbuhan sereal buckwheat juga disebut &#8220;soba&#8221;. Selain itu, istilah &#8220;soba&#8221; juga bisa berarti mi telur asal Tiongkok yang dimasak menjadi yakisoba atau ramen. Orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba di malam tahun baru. Soba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1301&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><img class="alignleft" src="http://www.city.ishigaki.okinawa.jp/110000/110500/img/soba.gif" alt="" width="173" height="160" />Soba</strong> (蕎麦 atau そば ) adalah salah satu jenis mi Jepang yang dibuat dari tepung <em>buckwheat</em> (gandum buk). Dalam bahasa Jepang, tumbuhan sereal buckwheat juga disebut &#8220;soba&#8221;. Selain itu, istilah &#8220;soba&#8221; juga bisa berarti mi telur asal Tiongkok yang dimasak menjadi yakisoba atau ramen.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba di malam tahun baru. Soba yang dimakan di malam tahun baru disebut Toshikoshi-soba (soba melewatkan tahun). Selain itu juga terdapat tradisi memakan soba sewaktu baru pindah rumah. Soba yang dimakan untuk merayakan tempat tinggal yang baru disebut Hikkoshi-soba (soba pindahan) <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .<span id="more-1301"></span></p>
<p><strong>Cara pembuatan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara tradisional, soba dibuat dari tepung buckwheat yang digiling dengan tangan menggunakan penggilingan dari batu bundar yang dapat diputar. Tepung yang keluar dari celah batu penggilingan dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam wadah lebar dari kayu untuk mengulen. Tepung dicampur air dan diulen hingga berbentuk adonan yang bisa dilebarkan. Adonan lalu dipindahkan ke atas meja kayu yang sudah ditaburi tepung, dan dilebarkan dengan bantuan batang penggilas dan batang penggulung dari kayu. Bila sudah cukup tipis, lembaran adonan dipindahkan ke atas talenan untuk dipotong-potong dengan pisau khusus. Lebar soba yang dihasilkan harus seragam (sekitar 1-2 mm), sehingga penggaris kayu (<em>komaita</em>) digunakan untuk mengukur lebar mi. Setelah selesai dipotong-potong, soba direbus dan siap dihidangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembuatan soba cara tradisional perlu banyak latihan dan pengalaman. Langkah-langkah pembuatan harus diikuti dengan cermat, karena rasa soba bisa berbeda bergantung keterampilan orang yang membuat. Bahkan tidak jarang ditemui orang yang selalu berusaha menyempurnakan keterampilan membuat soba dan menjadikannya sebagai hobi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu menggiling biji buckwheat, tepung pertama yang keluar dari celah batu penggilingan disebut <em>ichiban-ko</em>. Tepung kualitas tinggi yang keluar sesudahnya disebut <em>sarashina-ko</em> (tepung sarashina), berbau harum dan berwarna agak putih. Sisa penggilingan tepung berupa kulit soba digunakan sebagai pengisi bantal khas Jepang.</p>
<p style="text-align:justify;">Mi soba yang menggunakan tepung buckwheat 100% disebut <em>kisoba</em> atau <em>inaka soba</em>. Soba jenis ini mudah hancur sewaktu direbus sehingga sering ditambahkan tepung terigu atau parutan sejenis umbi (<em>yamaimo</em>) sewaktu membuat adonan.</p>
<h3 id="1.2.">Cara makan</h3>
<p style="text-align:justify;">Setelah direbus, soba dicuci dengan air dan didinginkan lebih dulu sebelum dihidangkan. Soba dimakan setelah dicelup ke dalam kuah yang disebut <em>tsuyu</em>. Soba yang disajikan dingin seperti ini disebut <strong>Morisoba</strong> atau <strong>Zarusoba</strong>. Selain itu, soba juga dimakan panas-panas sebagai soba kuah yang disebut <strong>Kakesoba</strong> (Susoba).</p>
<p style="text-align:justify;">Sewaktu dimakan, soba boleh diseruput hingga mengeluarkan suara. Cara makan seperti ini justru dianjurkan, karena merupakan pujian kepada juru masak bahwa makanan yang dimasaknya enak. Sewaktu memakan morisoba (zarusoba), saus tidak boleh dituangkan ke atas mi agar nampan atau meja yang ada di bawahnya tidak basah.  </p>
<p style="text-align:justify;">Sesuai standar <a href="http://wapedia.mobi/id/JAS">JAS</a>, soba adalah mi dengan kandungan tepung soba (buckwheat) di atas 30%. Selain itu, di pasaran bisa ditemukan Nihachi-soba yang memiliki kandungan 80% tepung terigu dan 20% tepung buckwheat.</p>
<p style="text-align:justify;">Istilah &#8220;soba&#8221; juga digunakan untuk mi dari tepung terigu yang digunakan untuk ramen dan yakisoba. Masakan Soba Okinawa seperti Sōki juga menggunakan mi dari tepung terigu 100%.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembuatan mi dari tepung buckwheat baru dimulai sejak abad ke-16 atau abad ke-17. Sebelumnya, tepung buckwheat hanya dinikmati sebagai sobagaki, tepung diencerkan dengan air panas dan dibentuk seadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di zaman dulu, mi dari tepung buckwheat disebut sobakiri. Catatan tertua tentang tepung buckwheat yang dibuat mi (sobakiri) tertulis dalam buku catatan kuil Jōshō-ji, desa Ōkuwa, Prefektur Nagano. Sewaktu kuil selesai dipugar tahun 1574, &#8220;sobakiri&#8221; termasuk ke dalam daftar barang sumbangan yang diterima untuk penyelenggaraan selamatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Soba-ya (蕎麦屋 <em>penjual soba</em><sup>?</sup>) adalah sebutan untuk rumah makan yang khusus menyajikan soba, tapi sekaligus bisa juga menyajikan udon. Soba yang harganya murah sangat digemari penduduk Edo. Soba-ya mulai dikenal sejak pertengahan zaman Edo, karena pedagang kaki lima banyak yang membuka warung soba setelah dilarang berdagang secara kakilima. Di tahun 1686, Keshogunan Edo melarang pedagang kakilima seperti pedagang soba dan udon berkeliling membawa kompor.</p>
<p style="text-align:justify;">Di berbagai stasiun kereta api di Jepang sekarang bisa ditemui kios Tachigui-soba sebagai penerus tradisi soba kakilima. Kios tachigui mengharuskan orang makan berdiri karena tidak menyediakan kursi untuk duduk.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian besar penjual soba juga mempunyai layanan pesan antar yang sudah dikenal sejak zaman Edo. Di zaman dulu, pengantar soba mengantarkan pesanan dengan berjalan kaki atau kalau perlu sambil berlari. Soba dibawa di dalam kotak kayu yang disebut Okamochi, dan pembayaran dilakukan kemudian sewaktu mengambil piring atau mangkuk yang sudah kosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Seusai Perang Dunia II, pengantar soba mulai menggunakan sepeda atau sepeda motor. Tumpukan kotak soba yang ada di pundak dipegangi dengan sebelah tangan, sementara tangan yang sebelah lagi memegangi stang. Sekarang pemandangan pengantar soba yang setengah berakrobat sudah jarang bisa dilihat. Penjual soba sudah memiliki &#8220;nampan stabil&#8221; yang diletakkan di boncengan sepeda atau sepeda motor, sehingga tumpukan piring soba tidak terjatuh atau mangkuk berkuah tidak tumpah sewaktu berbelok.Jenis soba</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Soba segar:</li>
</ul>
<dl>
<dd>Setelah dipotong-potong, soba ditaburi tepung agar tidak lengket dan dimasukkan ke dalam kantong plastik</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Soba kering</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba segar yang dikeringkan dengan udara panas, dijual dalam kantong plastik</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Soba rebus</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba dalam kemasan siap saji, satu set dengan saus, daun bawang, dan juga sering disertai <a href="http://wapedia.mobi/id/Tempura">tempura</a> atau <a href="http://wapedia.mobi/id/Aburage">aburage</a>.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Soba instan</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba dikeringkan dengan udara panas atau digoreng, sebelum dimakan tinggal diseduh dengan air panas</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Soba beku</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba segar yang dibekukan dan dijual sebagai makanan beku di pasar swalayan besar.</dd>
</dl>
<h3 id="5." style="text-align:justify;">Cara penyajian</h3>
<h3 id="5.1." style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Penyajian dingin</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong><img src="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/3c3e17cb.jpg" alt="" width="348" height="244" /></strong></span></h3>
<p style="text-align:justify;">Setelah direbus, soba dihidangkan di atas <em>seir<strong> </strong>o</em> atau <em>zaru</em> (piring persegi dari anyaman bambu atau kayu). Soba dimakan dengan cara mencelupnya dulu ke dalam saus yang disebut <em>soba tsuyu</em>. Cara makan seperti ini disebut Tsukémén (mi celup) dan parutan wasabi, lobak, atau jahe sering ditambahkan ke dalam saus sebagai penyedap. Di daerah Kansai, saus sering ditambah dengan kocokan telur burung puyuh atau telur ayam mentah. Air rebusan soba (<em>soba-yu</em>) yang berwarna keruh sering dihidangkan untuk diminum seperti sup.</p>
<p style="text-align:justify;">Perbedaan morisoba dan zarusoba terletak pada pemanis yang digunakan untuk saus. Di zaman Edo, gula merupakan barang langka sehingga perlu dilakukan pembedaan antara soba dengan saus bercampur gula dan soba memakai saus bercampur mirin. Zarusoba adalah soba yang dicelup ke dalam saus yang menggunakan gula sebagai pemanis, sedangkan Morisoba menggunakan saus bercampur mirin. Di zaman sekarang, gula tidak lagi merupakan barang langka sehingga morisoba dan zarusoba adalah dua nama berbeda untuk makanan yang sama.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Morisoba (盛り蕎麦 <sup><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang">?</a></sup>)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba dingin yang dihidangkan di atas piring dari anyaman bambu, sebelum dimakan dicelup dulu di dalam saus</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Zarusoba (ざる蕎麦 <sup><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang">?</a></sup>)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Cara penyajian mirip Morisoba tapi kadang-kadang ditaburi <a href="http://wapedia.mobi/id/Nori">nori</a> yang dipotong kecil-kecil.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tentsuke-soba (天付け蕎麦 <sup><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang">?</a></sup>)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba dingin yang dihidangkan bersama <a href="http://wapedia.mobi/id/Tempura">tempura</a> di piring terpisah.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kamo-seiro (鴨せいろ <sup><a href="http://wapedia.mobi/id/Bantuan:Bahasa_Jepang">?</a></sup>)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Morisoba yang dihidangkan bersama saus berisi potongan daging <a href="http://wapedia.mobi/id/Bebek">bebek</a>.</dd>
</dl>
<h3 id="5.2." style="text-align:justify;"><span style="color:#ff0000;">Penyajian hangat</span></h3>
<p style="text-align:justify;"><strong><img class="aligncenter" src="http://img529.imageshack.us/img529/8830/tempurasobagc1.jpg" alt="" width="320" height="240" /></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sansai soba dengan berbagai sayuran</p>
<p style="text-align:justify;">Soba rebus disajikan di dalam mangkuk setelah diberi kuah panas.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kakesoba (Susoba)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah di dalam mangkuk besar (<em>donburi</em>). Daun bawang, bubuk cabai (<em>hichimi-tōgarashi</em>), atau potongan kecil kulit jeruk sering ditambahkan sebagai penyedap.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tsukesoba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Setelah direbus, soba disajikan di atas tampah kecil (<em>zaru</em>). Soba dimakan setelah dicelup ke dalam kuah hangat yang disebut <em>nuki</em>, dan sering disertai lauk daging bebek.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kitsune-soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan lauk <a href="http://wapedia.mobi/id/Aburage">aburage</a> yang dimasak dengan gula</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tanuki-soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah yang di atasnya diberi taburan <a href="http://wapedia.mobi/id/Tenkasu">Tenkasu</a>. Kata &#8220;tanuki&#8221; dalam tanuki-soba bukan berarti <a href="http://wapedia.mobi/id/Anjing_rakun">anjing rakun</a> (<em>Tanuki</em>), tapi konon berasal dari kata &#8220;tane-nuki&#8221; (tanpa lauk). Tanuki-soba hanya dikenal di daerah <a href="http://wapedia.mobi/id/Kanto">Kanto</a>, sedangkan makanan yang sama di daerah <a href="http://wapedia.mobi/id/Kansai">Kansai</a> disebut Haikara-soba (<em>high-color soba</em>).</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tempura soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan tambahan tempura di atasnya. Di sejak pertengahan zaman Edo sudah dikenal soba kuah dengan tempura udang yang besar dan <a href="http://wapedia.mobi/id/Kakiage">kakiage</a> bercampur daging kerang.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tsukimi soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan tambahan telur mentah, disebut &#8220;tsukimi&#8221; (bulan purnama) karena merah telur terlihat seperti bulan purnama.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tororo soba (Yamakake soba)</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan tambahan campuran putih telur dan parutan umbi Yama-imo. Di atasnya sering ditambahkan kuning telur mentah sebagai hiasan.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kare namban</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah kari dengan kuah yang dibuat dari <a href="http://wapedia.mobi/id/Dashi">dashi</a> yang ditambah bubuk kari dan dikentalkan dengan tepung.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Tori namban</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan lauk daging ayam dan daun bawang.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kamo namban</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan lauk daging bebek</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Niku soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan lauk daging sapi atau daging babi</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Nameko soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba dengan kuah berisi jamur Nameko (<em>Pholiota nameko</em>) atau berbagai jenis jamur lain.</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sansai soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah berisi sayur-sayuran liar dari gunung</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Okame-soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dimeriahkan berbagai macam lauk yang disusun meriah seperti <a href="http://wapedia.mobi/id/Okame">Okame</a> (perempuan dengan rias wajah komikal).</dd>
</dl>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Hanamaki-soba</li>
</ul>
<dl>
<dd>Soba kuah dengan nori (rumput laut) di atasnya.</dd>
</dl>
<div style="text-align:justify;">MEMASAK YAKI SOBA (Mie Goreng)</div>
<div style="text-align:justify;">Bagi yang ingin mencoba memasak Yaki Soba, berikut resep yang bisa anda ikuti (bukan resep sendiri), soalnya saya sendiri biasanya malah mengolah mie soba menjadi mie goreng jawa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </div>
<div style="text-align:justify;">Bahan :<br />
1 bks Yaki Soba isi 3 bks, buang bumbunya<br />
15 ekor udang ukuran sedang, kupas, belah punggungnya<br />
2 btr telur<br />
1 buah jamur Hokio, iris tipis<br />
1 ikat sawi hijau, cuci, potong-potong<br />
daun seledri iris kasar<br />
1/2 btr bawang bombay, iris tipis<br />
3 siung bawang putih, haluskan<br />
1/2 sdt merica bulat, haluskan<br />
2 sdm oyster sauce<br />
3 sdm kecap manis<br />
1 sdm meres garam<br />
2 sdm minyak sayur</div>
<p style="text-align:justify;">Cara Membuat :<br />
1.Rendam mie dalam air panas sampai mie lentur, tiriskan, sisihkan.<br />
2.Tumis bawang bombay dan bumbu halus sampai harum.<br />
3.Tambahkan udang, tumis sampai matang.<br />
4.Masukkan telur, acak-acak sampai matang.<br />
5.Masukkan jamur, tumis sebentar.<br />
6.Masukkan mie, garam, saus tiram dan kecap, aduk rata.<br />
7.Tambahkan sawi dan seledri, aduk rata, matikan api.<br />
8.Hidangkan bersama acar dan bawang merah goreng.</p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/makanan-jepang/'>makanan jepang</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1301&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/18/makanan-makanan-ala-jepang-1-mie-soba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.city.ishigaki.okinawa.jp/110000/110500/img/soba.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://i15.photobucket.com/albums/a371/emi_myst/blog/3c3e17cb.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img529.imageshack.us/img529/8830/tempurasobagc1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulangtahun Blogku&#8230;</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/10/selamat-ulangtahun-blogku/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/10/selamat-ulangtahun-blogku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 15:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1290</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa bumi telah sekali menyelesaikan masa edarnya mengelilingi matahari sejak artikel pertama di blog ini ditulis. Tak terasa 31536000 detik berlalu sejak untai-untai kata itu terjalin menjadi kalimat, kemudian menjadi lembaran-lembaran artikel. Ada asa yang terbersit, ada cita yang tersirat bahwa setiap cerita akan jadi ilmu bagi orang lain. Lembaran-lembaran artikel itu kini telah terkumpul, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1290&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-1292" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/party1.jpg?w=181&#038;h=165" alt="" width="181" height="165" />Tak terasa bumi telah sekali menyelesaikan masa edarnya mengelilingi matahari sejak artikel pertama di blog ini ditulis. Tak terasa 31536000 <em>detik </em>berlalu sejak untai-untai kata itu terjalin menjadi kalimat, kemudian menjadi lembaran-lembaran artikel. Ada asa yang terbersit, ada cita yang tersirat bahwa setiap cerita akan jadi ilmu bagi orang lain. Lembaran-lembaran artikel itu kini telah terkumpul, mewarnai ragam cerita yang muncul di jagat maya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau mencoba menilik kembali kenapa saya mulai membangun blog ini setahun yang lalu, jawabannya adalah saya menjumpai banyak hal yang unik yang ada di sekitar saya, yang berbeda dengan asumsi saya sebelum berangkat ke Jepang, yang seharusnya orang lain menuliskannya. Kemudian ide itu berkembang menjadi keinginan untuk berbagi informasi dan ilmu pengetahuan, seperti apa yang tertulis di tagline blog ini. Sebagian ide sudah tertuliskan, sedang sebagian yang lain masih belum dituliskan karena harus dicrosschek dulu sebelum dipublish.<span id="more-1290"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Satu buah award dari Indonesian ICT award yang terpampang di kolom kiri blog ini pada saat blog ini berusia hampir satu bulan, mengisi memori manis setahun terlewat. Sebuah lomba blog yang pertama kali saya ikuti dan juga satu-satunya yang saya ikuti selama setahun lewat. Ada 71 artikel tersusun dengan uniq visitor 56. 405 dan angka page views 81.475 bukanlah catatan yang buruk untuk sebuah blog dengan obyek pembaca yang terbatas ini. Semoga kesibukan yang semakin luar biasa akhir-akhir ini tidak menjadi penghalang serius untuk terus menulis. Terimakasih kepada para pembaca blog ini, baik yang meninggalkan komentar atau sekedar baca-baca, baik yang akhirnya jadi friend di FB dan YM maupun tidak, kehadiran anda adalah tambahan semangat saya untuk terus menulis <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . </p>
<p style="text-align:justify;">Makanan-makanan untuk para agan sudah disiapkan, silahkan disundul hi hi</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://id.media2.88db.com/DB88UploadFiles/2008/10/10/7FEDB646-A6F6-4DDF-8952-A2ED31D78090.jpg" alt="" width="283" height="230" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://buchorynews.files.wordpress.com/2009/07/soto.jpg?w=285&#038;h=239" alt="" width="285" height="239" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://kemoning.info/blogs/wp-content/uploads/2009/05/warung-jeruk-manis-ayam-bakar-pelecing-1.jpg" alt="" width="299" height="213" /></p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/info/'>info</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1290&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/03/10/selamat-ulangtahun-blogku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/03/party1.jpg?w=270" medium="image" />

		<media:content url="http://id.media2.88db.com/DB88UploadFiles/2008/10/10/7FEDB646-A6F6-4DDF-8952-A2ED31D78090.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://buchorynews.files.wordpress.com/2009/07/soto.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kemoning.info/blogs/wp-content/uploads/2009/05/warung-jeruk-manis-ayam-bakar-pelecing-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nilai Tarif Parkir Mobil di Tokyo</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/20/nilai-tarif-parkir-mobil-di-tokyo/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/20/nilai-tarif-parkir-mobil-di-tokyo/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 10:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1224</guid>
		<description><![CDATA[Tokyo dengan predikat sebagai kota termahal di dunia yang melekat kepadanya, dengan segala komponen biaya hidup yang sangat mahal, memaksa hampir setiap orang untuk berpikir ulang setiap kali membeli sesuatu. Apakah nilai guna dan penghematan yang diperoleh setelah membelinya seimbang dengan harga yang ditawarkannya atau tidak. Konon biaya hidup di Tokyo, menurut informasi yang pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1224&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/01/p1000424.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1225" title="P1000424" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/01/p1000424.jpg?w=197&#038;h=123" alt="" width="197" height="123" /></a>Tokyo dengan predikat sebagai kota termahal di dunia yang melekat kepadanya, dengan segala komponen biaya hidup yang sangat mahal, memaksa hampir setiap orang untuk berpikir ulang setiap kali membeli sesuatu. Apakah nilai guna dan penghematan yang diperoleh setelah membelinya seimbang dengan harga yang ditawarkannya atau tidak. Konon biaya hidup di Tokyo, menurut informasi yang pernah saya peroleh, adalah setara 1,5 kali lipat biaya hidup di Newyork, setara 3 kali lipat biaya hidup di taipei taiwan. Berdasarkan pengalaman sendiri selama tinggal di Jepang rata-rata harga barang di Jepang, khususnya tokyo setara 10 kali lipat harga barang di kota-kota di Indonesia, kecuali barang elektronik dan otomotif.<span id="more-1224"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Yang Menarik di sini adalah produk otomotif, misalnya: mobil. Dengan rata-rata gaji bulanan standard Jepang yang sangat tinggi, membeli mobil bukanlah hal yang berat. Cukup dengan beberapa bulan gaji, sebuah mobil cukup mewah sudah bisa dengan mudah terbeli. Itu artinya hampir setiap orang yang mempunyai pekerjaan hampir bisa dipastikan mampu untuk membeli mobil dengan mudah. Perlu diketahui bahwa jumlah penduduk di Jepang kurang lebih separuh jumlah penduduk Indonesia, sedangkan angka penganggurannya adalah sebesar 5.2 persen (menurut data bulan Desember 2009). Suatu logika sederhana yang seharusnya sesuai dengan bayangan sederhana tersebut, Jika ada 50 juta saja penduduk yang memiliki mobil tentu ruas-ruas jalan di Jepang akan mengalami kemacetan luar biasa. Pada kenyataannya tidak terjadi demikian, karena hampir sulit menemukan kemacetan tersebut di ruas-ruas jalan Tokyo di hari-hari biasa. Mungkin kita hanya bisa menjumpai kemacetan tersebut pada hari libur nasional atau saat akhir pekan. Meskipun mempunyai mobil, di hari kerja orang Jepang lebih senang untuk menggunakan sarana transportasi umum seperti kereta listrik atau bis yang terbilang sangat praktis dan tertata dengan baik, meskipun untuk melakukan itu kadang mereka harus berjalan kaki sejauh 2 km dari rumah mereka ke stasiun kereta terdekat atau ke halte bis terdekat. Mungkin hanya orang yang sangat terpaksa menggunakan mobilnya untuk keluar rumah atau mereka yang aktifitas/pekerjaannya sangat memerlukan mobillah yang mengendarai mobil pribadi di ruas-ruas jalan pada saat hari kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahukah anda apakah salah satu komponen biaya terbesar yang harus dikeluarkan setelah kita atau orang Jepang memiliki mobil di Jepang? jawabnya adalah tarif parkir mobil <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Mungkin beberapa gambar berikut cukup membantu visualisasi anda dalam menghitung berapa tarif parkir yang harus anda bayarkan jika anda memarkir mobil di Tokyo. Foto saya ambil di parkir daerah Meguro Tokyo.   <a href="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/02/p1000422.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1270" title="P1000422" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/02/p1000422.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Di tempat parkir ini, pada jam 8 pagi sampai 10 malam anda harus membayar 100 Yen tiap parkir selama 10 menit, atau setara 600 Yen tiap jamnya. Lantas bagaimana jika kita memarkirnya selama 10 jam? Rata-rata jam kerja  di Jepang adalah 8 jam waktu normal, plus beberapa jam lembur jika diperlukan. Tentu bukan pilihan bijak jika menghabiskan 6000 yen (600 ribu rupiah) perhari hanya untuk parkir mobil <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p style="text-align:justify;">Di tempat parkir tidak jauh dari tempat parkir pertama, ada pilihan lebih menyenangkan yaitu pada jam 8 pagi sampai jam 10 malam, tarif parkirnya  adalah 200 yen per 30 menit atau bisa juga memilih paket 2000 Yen untuk 12 Jam. Tentu bukanlah hal yang berat jika mengeluarkan uang 2000 Yen untuk sekali atau dua kali parkir dalam sebulan. Bagaimana jika hal tersebut menjadi rutinitas sehari-hari? tentu sangat memberatkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak jarang banyak pengendara yang menyiasati untuk memarkir mobilnya di swalayan-swalayan yang umumnya gratis, atau di jalan-jalan sepi sembari beristirahat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img title="P1000423" src="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/02/p1000423.jpg?w=468&#038;h=351" alt="" width="468" height="351" /></p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/tentang-jepang/'>Tentang Jepang</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1224&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/20/nilai-tarif-parkir-mobil-di-tokyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/01/p1000424.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">P1000424</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/02/p1000422.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1000422</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://msholihulhadi.files.wordpress.com/2010/02/p1000423.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1000423</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Presentasi bagus tentang Indonesia</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/07/diversity-indonesia-the-worlds-greatest-archipelago/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/07/diversity-indonesia-the-worlds-greatest-archipelago/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 22:32:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1256</guid>
		<description><![CDATA[Saat kita berada di luar negeri, entah sekali atau mungkin seringkali tentu kita akan ditanya tentang negara kita, apakah itu keindahan alam, budaya, atau makanannya.  Dalam banyak kesempatan, saya menerima pertanyaan tersebut dari teman sekelas terutama kelas bahasa Jepang, sensei, teman asrama ataupun dari host family saya. Biasanya pertanyaan seputar obyek-obyek menarik apa saja yang ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1256&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://empimuslion.files.wordpress.com/2008/03/raja-ampat-island4.jpg?w=192&#038;h=136" alt="" width="192" height="136" />Saat kita berada di luar negeri, entah sekali atau mungkin seringkali tentu kita akan ditanya tentang negara kita, apakah itu keindahan alam, budaya, atau makanannya.  Dalam banyak kesempatan, saya menerima pertanyaan tersebut dari teman sekelas terutama kelas bahasa Jepang, sensei, teman asrama ataupun dari host family saya. Biasanya pertanyaan seputar obyek-obyek menarik apa saja yang ada di Indonesia. Pengetahuan dan penguasaan hal-hal yang berbau budaya ternyata ibarat permata tak ternilai bagi mereka yang ingin tahu tentang Indonesia. Demikian halnya dengan orang Jepang yang dikenal menjunjung tinggi budaya bangsanya, keingintahuan terhadap budaya bangsa lain ternyata juga sama tingginya dengan kecintaan akan budaya nenek moyang mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebetulan beberapa waktu lalu saya mempunyai kesempatan (mendapat tugas) untuk mempresentasikan Indonesia, sehingga harus browsing sana sini untuk materi presentasi tersebut. Ada beberapa slide menarik, untuk sementara saya tampilkan satu dulu. Mudah-mudahan bisa berguna buat teman-teman yang ingin mempresentasikan sesuatu yang positif tentang Indonesia ke teman atau sahabat dari negara lain :)<span id="more-1256"></span></p>
<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/26489440/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-15u3e2ron7kwejsw903t" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_26489440" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/26489440">View this document on Scribd</a></div>
<p>sumber: <a href="http://www.authorstream.com/presentation/alfajri.awis-149696-diversity-indonesia-asia-tourism-visit-south-east-music-travel-places-nature-ppt-powerpoint/">http://www.authorstream.com/presentation/alfajri.awis-149696-diversity-indonesia-asia-tourism-visit-south-east-music-travel-places-nature-ppt-powerpoint/</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/info/'>info</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1256&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/07/diversity-indonesia-the-worlds-greatest-archipelago/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://empimuslion.files.wordpress.com/2008/03/raja-ampat-island4.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tips Menambahkan fasilitas Share Article di blog anda</title>
		<link>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/02/tips-menambahkan-widget-share-article-di-blog-anda/</link>
		<comments>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/02/tips-menambahkan-widget-share-article-di-blog-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 16:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>msholihulhadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://msholihulhadi.wordpress.com/?p=1226</guid>
		<description><![CDATA[Mengintegrasikan artikel yang telah anda publish di blog pribadi ke berbagai social network dengan hanya satu klik sekarang sudah bukan masalah yang rumit lagi. Adalah Addthis.com yang berbaik hati menyediakan fasilitas keren tersebut secara cuma-cuma untuk kita pakai. Tidak terbatas pada blog berhosting sendiri tapi juga blog gratisan ala wordpress.com, semuanya sudah tersedia untuk anda. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1226&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://creativeinfluence.net/images/facebook%20promo%205-11-6-11-09.jpg" alt="" width="189" height="140" />Mengintegrasikan artikel yang telah anda publish di blog pribadi ke berbagai social network dengan hanya satu klik sekarang sudah bukan masalah yang rumit lagi. Adalah Addthis.com yang berbaik hati menyediakan fasilitas keren tersebut secara cuma-cuma untuk kita pakai. Tidak terbatas pada blog berhosting sendiri tapi juga blog gratisan ala wordpress.com, semuanya sudah tersedia untuk anda. Mungkin anda pernah melihat widget share artikel di kolom kanan blog ini, ketahuilah bahwa tombol share artikel tersebut benar-benar berfungsi <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Dengan sekali klik, maka anda akan disuguhkan menu pilihan, share ke social network yang mana yang akan anda pilih. keren pokoknya. <span id="more-1226"></span></div>
<div style="text-align:justify;">Tutorial berikut ditujukan untuk anda yang ingin menambahkan fasilitas share artikel di setiap artikel yang anda tulis.</div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kegunaan jika kita memasang widget addthis adalah untuk meningkatkan traffic (pengunjung). Widget bookmark &amp; share Addthis<a href="http://addthis.com/"></a> ini setelah Anda instal nanti akan terpajang di bawah setiap postingan yang efeknya memudahkan pengunjung blog Anda untuk membookmark atau menyebarluaskan content blog Anda pada berbagai directory yang tergabung dalam bookmark &amp; share Addthis. <a href="http://antokcupu.blogspot.com/"><img src="http://i307.photobucket.com/albums/nn293/emonizer/em7/grinder.png" border="0" alt="" /></a><br />
akan tetapi jika belum ada gambaran seperti apa sich sharethis, addthis, atau bookmark yang melegenda itu hmm seperti ini lhoch.. he..</p>
<p><a href="http://antokcupu.blogspot.com/" target="_blank"><img src="http://i580.photobucket.com/albums/ss241/nobhita/bookmarkshare.gif" border="0" alt="freesms" /></a></p>
<p>dan jika addthis disorot dengan mouse akan menjadi seperti dibawah ini :</p>
<p><a href="http://antokcupu.blogspot.com/" target="_blank"><img src="http://i580.photobucket.com/albums/ss241/nobhita/bookmark.gif" border="0" alt="sms gratis" /></a></p>
<p>Jika anda ingin memasang addthis, sharethis atau bokkmarks secara automatis sok atuh clik tombol dibawah ini</p>
<div>var addthis_pub=”smsgratis”;<br />
<a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20"><img src="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-bookmark-en.gif" alt="Bookmark and Share" width="125" height="16" /></a></div>
<p>Dan jika anda ingin memasang widget addthis ini secara manual :<a href="http://antokcupu.blogspot.com/"><img src="http://emonizer.googlepages.com/smiley_beer.gif" border="0" alt="" /></a><br />
To include the button beneath each post,</p>
<p>1. Select Layout &gt; Edit HTML<br />
2. Check the Expand Widget Templates checkbox<br />
3. Copy and paste the code snippet below into the template, right after the &lt;div class=’post-footer’&gt; tag<br />
4. Click Save Template</p>
<p>If you can’t find the tag, copy the template code into a text editor (e.g. Notepad), and search for post-footer, which may be in single or double quotes. We suggest you save a copy of the original template before changing it.</p>
<blockquote><p>&lt;!– AddThis Button BEGIN –&gt;<br />
&lt;div&gt;&lt;script type=&#8221;text/javascript&#8221;&gt;var addthis_pub=&#8221;smsgratis&#8221;;&lt;/script&gt;<br />
&lt;a expr:name=’data:post.title’ expr:id=’data:post.url’ onmouseover=’return addthis_open(this, &#8220;&#8221;, this.id, this.name);’ onmouseout=’addthis_close()’ onclick=’return addthis_sendto()’&gt;&lt;img src=&#8221;http://s7.addthis.com/static/btn/lg-bookmark-en.gif&#8221; width=&#8221;125&#8243; height=&#8221;16&#8243; alt=&#8221;Bookmark and Share&#8221; style=&#8221;border:0&#8243;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;script type=&#8221;text/javascript&#8221; src=&#8221;http://s7.addthis.com/js/200/addthis_widget.js&#8221;&gt;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;<br />
&lt;!– AddThis Button END –&gt;</p>
<p>selamat mencoba membuat widget <a href="http://addthis.com/">addthis</a> atau widget <a href="http://share.com/">share this</a> atau widget bookmark</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://msholihulhadi.wordpress.com/category/knowledge-sharing/'>Knowledge sharing</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/msholihulhadi.wordpress.com/1226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/msholihulhadi.wordpress.com/1226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=msholihulhadi.wordpress.com&amp;blog=6895252&amp;post=1226&amp;subd=msholihulhadi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://msholihulhadi.wordpress.com/2010/02/02/tips-menambahkan-widget-share-article-di-blog-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ccb3467a5df352694bcdbd93b939fa0d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">msholihulhadi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://creativeinfluence.net/images/facebook%20promo%205-11-6-11-09.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i307.photobucket.com/albums/nn293/emonizer/em7/grinder.png" medium="image" />

		<media:content url="http://i580.photobucket.com/albums/ss241/nobhita/bookmarkshare.gif" medium="image">
			<media:title type="html">freesms</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i580.photobucket.com/albums/ss241/nobhita/bookmark.gif" medium="image">
			<media:title type="html">sms gratis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s7.addthis.com/static/btn/lg-bookmark-en.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bookmark and Share</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://emonizer.googlepages.com/smiley_beer.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
